Bandung dan Masa-Masa yang Tak Bisa Diulang (Bagian 1=Perjalanan yang penuh drama)

Juli 2017 menjadi awal cerita kami. Hari itu kami diwajibkan untuk melaksanakan kegiatan PKL. Sehingga terbentuklah sebuah kelompok yang beranggotakan 5 orang yaitu:
    Dimas  (Manusia tersabar wkwkkw)
    Fika     (Ada aja candaan yang keluar & orang paling asik)
    Besta   (Riweuhh betttt, hebohh beudhh wkwk)
    Bob     (Sok cool abiezzzzz dimana-mana)
    Ojan    (Bocah bulol garis keras)
Kami mendiskusikan kira-kira dimana tempat yang sesuai dengan minat kami. Setelah berunding akhirnya kami semua sepakat untuk melaksanakan PKL disebuah perusahaan telekomunikasi, pada saat itu ada dua pilihan antara PT Indosat Tbk & PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. Pada akhirna kami memilih untuk melaksanakan kegiatan tersebut di PT Telekomunikasi Indoneisa Tbk. Awalnya kami semua mengira akan melaksanakan kegiatan tersebut di Jakarta, ternyata lokasi tempatnya berada di Bandung, tepat disebelah lapangan Gasibu Bandung. Welehhhhh Welehh mana pada saat ituu tidak ada waktu untuk survey dikarenakan masih banyak ujian praktikum. Hingga akhirnya kami meminta bantuan seorang teman dari departement lain sebut saja "Fanny" yang kebetulan rumahnya berlokasi di Bandung. Kami meminta bantuan untuk mencarikan tempat untuk kami tinggal selama di Bandung. Akhirnya kami mendaptkan tempat tinggal yang berada cukup dekat dengan lokasi perusahaan tersebut. hanya 10 menitan kira-kira (pada awalnya). Setelah semuanya ok, kami memutuskan untuk berangkat H-1 dari Bogor menuju bandung menggunakan kendaraan motor. 

Hari itu pukul 02:00 WIB kami berangkat dari Dramaga, Bogor. Awalnya kami mengira bahwa kami akan sampai disana sekitar pukul 12:00 WIB paling telat. Namun itu semua hanyalah persepsi kemungkinan terbaik yang ada didalam pikirkan, tanpa mempertimbangkan kemungkinan buruk yang akan terjadi selama perjalanan. Manusia hanya berencana, takdirlah yang menentukan hahaha. Tapi karena ada kejadian yang diluar kendali itulah kadang yang membuat suatu cerita menjadi seru XD hehe. Kami pun berangkat, dengan formasi :
            Motor 1 : Dimas & Besta
            Motor 2 : Fika & Bob 
            Motor 3 : Ojan
Semuanya berjalan dengan aman, namun ketika sampai di wilayah Tajur, tiba-tiba motor yang dikendarai oleh Fika & Bob mendadak mati. Waduhh kenapa nih ahahah belum juga pindah kota sudah ada drama yang terjadi haha, mana waku masih menunjukkan pukul 03:00 WIB, bengkel belum pada buka. hanya terlihat konvoi motor dari arah Jakarta yang berjalan beriringan menuju Puncak Bogor. Karena kami tidak bisa menyalakan motor tersebut, akhirnya saya stut saja motor itu untuk mencari sebuah bengkel. Kali aja nemu kann yang udah bukaa walaupun kemungkinannya sangat kecil. Namanya juga usahaa mwehehe, setelah berjalan beberapa lama dengan di stut, terlihat ada sebuah bengkel kecil yang hanya bisa menambal ban, kami pun meminta bantuan abangnya untuk memeriksa kerusakan yang dialami oleh motor ini. Abang-abang bengkel tersebut menduganya bahwa akinya lowbatt atau bahasa gaulnya soak. Namun setelah diganti akinya ternyata tetap sama saja motor tidak mau menyala. Hingga akhirnya kami menunggu pagi untuk mencari sebuah bengkel yang besar untuk mengecek kerusakan pada motor tersebut. 

Waktu pun berlalu hingga menunjukkan pukul 08:00 WIB. Ada seorang montir dari suatu bengkel yang mendekat dan menanyakan ada masalah apa, setelah kami menjelaskan panjang x lebar x tinggi berapakah volume balok tersebut. eh bukannn ini bukan tentang balok, lalu dibawalah motor Fika ini ke sebuah bengkel, setelah di cek secara meneliti dan cukup lama akhirnya ditemukan kerusakan yang sangat parahhh ahahahah. Ternyata mesinnya JEBOL dan harus turun mesin agar bisa kembali berjalan AWKAWKAWKAKAWK. Penyebab nya adalah tidak pernah mengganti oli. Setelah itu kami semua bertanya kepada Fika ingin melanjutkan motoran atau naik bus saja, namun Fika menjawab ingin motoran saja dan memperbaiki kerusakan motor tesebut. Setelah berdiksusi dengan pihak bengkel motor tersebut dibongkar dan turun mesin. Kami hanya bisa menunggu hingga perbaikan motor tersebut selesai sambil bercanda-canda dengan adanya kejadian ini hahaha. Alhamdulillahnya ternyata tidak membutuhkan waktu lebih dari sehari, Ketika pukul 15:30, Motor tersebut selesai diperbaiki dan bisa menyala lagii. "AKHIRNYAAAA NYALA JUGAA" ucap kita semua hahaha. Namun dibalik rasa senang kita semua, ada yang agak bersedih yaitu Fika, karena harus merogoh kocek yang cukup dalam untuk biaya perbaikan motornya hahahaha XD. Tapi ternyata tidak sesedih ituu, pada akhirnya moment ini akan terus selalu di ingat dan menjadi kenangan yang tidak pernah terlupakan XD.
Hal yang kami takutkan pada saat itu adalah baterai dari ponsel kami sudah berada dibawah 50% semuaa, dan kami tidak ada yang tahu jalan menuju bandung. hanya mengandalkan google maps. Setelah semua urusan administrasi dengan bengkel beres, akhirnya kamipun melanjutkan perjalanan kembali. Melewati puncak bogor yang kalaa itu sedang dilakukan penutupan arus atau dengan kata lain hanya boleh berjalan satu arah saja dari atas saja. Untung saja untuk kendaraan bermotor bisa tetap lewat tanpa menunggu penutupan jalan tersebut berakhir. Kami terus berjalan menikmati pemandangan gunung yang hijau hati terasa aman dan nyaman, tidak terasa kami sampai di Cipanas, kami memutuskan untuk beristirahat sembari makan dan shalat. Karena dari tadi selama menunggu perbaikan motor, kami belum menyantap makanan berat. Setelah perut kembali terisi, kami pun berbincang-bincang 
            "Kira-kira kita sampai jam berapa yaa" 
            "Jam 9 atau setengah 10 an lahh mungkin, yang penting baterai kita masih ada"
            "Amannnn ituu mah"
            "Okelah, yuk kita lesgowww"
Setelah berjalan cukup lama, mendekati magrib tiba-tiba hujan turunn begituu derass. Sehingga kami tidak bisa melanjutkan perjalan. Hingga lebih dari 1 jam kami menunggu reda namun tidak ada tanda tana untuk  mereda. Diantara kebimbangan yang kami alami harus memilih lanjut jalan apapun yang terjadi atau hanya berdiam diri saja. Karena ada beberapa hal yang mendesak, kami semua janjian untuk bertemu dengan orang tua dari Fanny karena beliau yang sudah mencarikan kami tempat tinggal selama disana. Dan juga keesokan harinya pada pukul 07:00 kami sudah harus masuk hari pertama kegiatan PKL di perusahaan tersebut. Setelah berdiskusi cukup lama karena mempertimbangkan pakaian yang takutnya basah terkena hujan, pada akhirnya kami memutuskan untuk menerobos hujan karena sisa baterai hanya 30% saja dan jarak sampai ke tujuan masih setengahnya lagi. Hal yang tidak terduga terjadi, alhamdulillahnya baru jalan 5 menit ternyata hujan berhenti seketika. Seandainya saja kami masih tetap meneduh pasti kami masih belum berangkat hingga detik ini. "Terkadang keputusan sulit harus diambil untuk mengurangi resiko terjadinya permasalahan baru dimasa yang akan datang" anjayy Ojan Golden Ways nih bouussss #SIKAP NGAAHAHA. Coba saja kalau masih tetap meneduh, hingga pukul 21:00 atau bahkan lebih pun bisa jadi kami semua belum melanjutkan perjalann. 

Eitttt permasalahan belum berhenti sampai disitu sajaa, next drama pun terjadi kembali, konvoi paling depan yaitu Dimas & Besta tibatiba menghilanngggg deimmmmm. Padahal posisi dia sebagai penunjuk arahh, hingga akhirnya saya pun memutuskan untuk berada di posisi ke dua untuk mengejar Dimas, sedangkan Fika berada di posisi paling belakang. Saya pun berjalan cukup cepat, menyalip kendaraan bus & truck yang pada saat itu berada dipegunungan dan juga kondisi jalan gelap dan cukup licin karena habis diguyur hujan. Hingga jalur pegununungan habispun dimas&besta tidak terlihat sama sekali. Pada akhirnya saya menepi untuk menunggu Fika & Bob. Setelah bertemu keduanya kami pun berinisiatif menelpon dan memberikan pesan LINE kepada mereka, namun tidak ada jawaban. Akhirnya kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan sajaa karena baterai kami sisa 10 persen. Sebelum itu kami memberikan titik lokasi untuk bertemu ketika sudah sampai disana nanti. NGENNNNGGGGGGG Supra GTR 125 saya pun melaju cukup kencang yang diikuti oleh Fika & Bob dibelakang. Hingga akhirnya sampai dilokasi yang dimana nantinya kami akan bertemu dengan mamahnya Fanny. Kami sampai dilokasi pada jam 23:00 WIB kurang lebih, kami merasa tidak enak karena waktu yang hampir larut tengah malam. Kami menghubunginya, setelah bertemu kami diajak untuk pergi menuju rumahnya. Kami pun disambut dengan baik dan juga diajak untuk mengelilingi Bandung tipis tipis serta melihat lokasi PKL esok hari. Setelah berkeliling sekitar setengah jam akhirnya kami kembali menuju rumahnya. Tidak lama dari itu akhirnya Dimas & Besta pun sampaii. Alhamdulillah akhirnya semua tim lengkappp. Selanjutnya kami diajak menuju lokasi tempat kami akan tinggal di Bandung. Yang ternyata jaraknya cukup dekat dengan rumah mamahnya Fanny. Tidak sabar untuk menanti hari esok, dimana kami semua mengukir cerita baru di kota yang belum pernah disinggahi.



Bersambung~

Komentar